Tukang Pijat Perkosa Nenek 80 Tahun
Ternyata, tidak semua korban pemerkosaan adalah orang yang secara fisik terlihat molek, sexy, menawan ataupun menggairahkan serta bisa membangkitkan birahi.
Buktinya, seorang perempuan yang sudah berusia 80 tahun pun kini harus tergolek lemah di RSUD Cianjur, akibat hubungan seksual yang dilakukan secara paksa atas dirinya.
Peristiwa itu bermula saat ES, pria bejat yang juga telah berusia setengah abad itu melihat nenek-nenek renta, sebut saja I, warga Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, hingga tega memperkosanya.
Peristiwa memalukan dan jauh dari akal sehat itu, dilakukan pelaku yang berprofesi sebagai pemijat itu bermula ketika I minta dipijat di rumahnya, sendiri bukan sekali itu saja meminta ES untuk memijat dirinya ketika merasa badannya kurang enak atau merasakan sakit, melainkan sudah kali ke-tiga sebelumnya.
Menurut penuturan salah satu cucu korban, Asep Rohayat (21), pada proses pijit yang ke-empat kalinya itu, ES datang ke rumah neneknya sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam kesempatan itu pun, ES juga masih menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan suami I, P (85) sembari menyeduh segelas kopi.
Asep menambahkan, sebelumnya sama sekali tidak ada rasa curiga kepada ES bakal melakukan hal yang cukup menyakitkan hati keluarganya itu. Pasalnya, selain sudah beberapa kali dipijat, ES pun cukup dikenal karena merupakan tetangga yang berbeda kampung.
“Sebelum memijit, dia masih sempat ngobrol dan ngopi dulu dengan kakek saya. Karena sudah empat kali dipijat, kakek tidak curiga. Jadinya, setelah itu, kakek saya pun langsung pergi untuk berjualan cincau,” terang Asep saat menunggui neneknya yang dirawat di ruang Delima RSUD Cianjur, Kamis
Setelah suami korban pergi, pelaku pun memulai prosesi memijatnya seperti sebelum-sebelumya. Namun, entah setan apa yang kemudian merasuki pikiran pelaku ketika memijat pasiennya itu hingga tega melancarkan aksi bejat kepada korbannya.
“Kebetulan, ketika ES memijit nenek saya itu kondisi rumah memang sepi karena penghuni yang lain juga sedang pergi. Jadi, di rumah, nenek saya cuma berdua saja sama ES,” ujar Asep lagi.
Asep menjelaskan, berdasarkan penuturan neneknya, pelaku ketika itu sedang memijit bagian punggungnya. Namun tiba-tiba, dengan tanpa alasan, ES langsung membalikkan tubuh neneknya itu dan memegangi kedua tangannya hingga neneknya pun tidak bisa meronta.
Tidak hanya itu, agar aksi tak lazimnya itu bisa berjalan lancar dan tidak diketahui tetangga korban, pelaku pun membungkam mulut korban agar tidak berteriak dengan menggunakan tangannya.
“Lalu, nenek saya diperkosa oleh pelaku,” ucap Asep dengan mimik geram bukan kepalang.
Setelah puas melampiaskan nafsu setan bejat itu, lanjut Asep, pelaku pun dengan mudahnya meninggalkan rumah dan korbannya begitu saja seperti tanpa ada penyesalan sedikit pun.
Korban sendiri, setelah menjadi korban pelampiasan nafsu tidak manusiawi itu, berusaha meminta tolong kepada para tetangganya dengan merangkak sembari menahan sakit pada bagian kemaluannya yang terus mengeluarkan darah.
Dengan suara yang sangat serak dan kesakitan yang sangat, korban pun berteriak meminta tolong yang akhirnya didengar oleh para tetangganya yang langsung memberikan pertolongan.
“Kalau kata tetangga yang menolong, sekitar pukul 11.00 WIB, nenek saya keluar dari rumah dengan darah yang terus mengucur dari kemaluannya,” imbuh dia.
Karena usianya yang sudah uzur dan tidak lagi memiliki cukup tenaga ditambah kemaluannya yang terus mengeluarkan darah, kondisi korban pun memburuk dengan wajah semakin memucat. Setelah itu, bersama ketua RT setempat, nenek bernasib malang itu pun langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.
Namun, karena kondisi korban yang sudah cukup parah dan pihak puskesmas yang tidak sanggup menangani korban, akhirnya korban pun dirujuk ke RSUD Cianjur agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik.
“Sekarang nenek saya harus menjalani operasi karena ada luka robek pada kemaluannya yang mengakibatkan darah itu terus keluar. Kami semua juga bingung seperti apa perbuatan pelaku kepada nenek saya sampai kondisinya jadi seperti itu,” sesal dia.
Terpisah, Kabid Advokasi dan Penanganan Kasus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, yang dikonfirmasi berkenaan dengan hal ini pun membenarkan dan sudah menerima laporan dari pihak keluarga korban.
Karena itu, lugas Lidya, pihaknya akan terus memberikan pendampingan baik kepada korban maupun keluarga korban serta memulihkan psikologisnya. Selain itu, pihaknya juga ikut membantu untuk meringankan biaya perawatan korban selama dirawat di rumah sakit.
“Kami sudah terima laporannya beberapa lalu. Hari ini (kemarin, red) keluarga korban datang langsung dan meminta bantuan biaya perawatan rumah sakit. Pokoknya kasus ini harus tuntas. Kami akan kawal,” tegas Lidya.
Lidya menambahkan, kasus pemerkosaan terhadap perempuan lanjut usia itu, di Cianjur, sudah

Post a Comment for "Tukang Pijat Perkosa Nenek 80 Tahun"