Aniaya Anak Kekasih Agar Bisa Putus dengan Ibu Korban, Tapi Ibu Justru Ikut Memukul hingga Tangan Patah
Terduga pelaku penganiayaan anak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku nekat aniaya anak kekasihnya agar bisa putus dengan ibu korban. Namun bukannya putus hubungan, justru sang ibu pun ikut menganiaya darah dagingnya hingga tangan anak itu patah.
"Saya sengaja ikut memukul korban agar kekasih saya (ibu korban) bisa benci dengan saya," ujar pria terduga pelaku penganiayaan anak, saat di interogasi di Unit Reskrimmum Polres Kotim
Kedua orang terduga pelaku penganiayaan tersebut tiba di Polres Kotim dari Palangka Raya sekitar pukul 11.45 WIB. Mereka dijemput oleh tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Kotim dari Palangka Raya, tempat keduanya ditangkap.
Pria tersebut mengaku sangat ingin mengakhiri hubungan dengan ibu korban. Namun kekasihnya tersebut tidak mau. Sehingga, dirinya berupaya mencari kesalahan. Salah satunya dengan ikut memukul anak korban.
Akan tetapi, upaya tersebut bukan membuat kekasihnya benci. Malah ibu korban juga ikut memukul korban, saat sang anak dianggap salah.
Hal itupun ternyata membuat korban mengalami luka-luka di bagian wajah dan juga lebam hampir seluruh badannya. Bahkan tangan kiri korban juga patah akibat perlakuan sepasang kekasih tersebut, yang tidak lain perempuannya adalah ibu kandung korban sendiri.
Pria tersebut mengaku sudah menjalin hubungan dengan ibu korban sekitar 1 tahun terakhir. Mereka tinggal bersama satu rumah. Dan sama-sama menggunakan narkoba jenis sabu.
Hanya saja, dari pengakuan pria tersebut, dirinya sudah berhenti dalam beberapa bulan terakhir. Namun sang kekasih masih menggunakan barang haram tersebut.

Post a Comment for "Aniaya Anak Kekasih Agar Bisa Putus dengan Ibu Korban, Tapi Ibu Justru Ikut Memukul hingga Tangan Patah"