Ketua Komnas PA Datangi Pelaku Inses dan Pembunuhan Nadia di Sukabumi
SUKABUMI,- Kedatangan orang nomor satu di Komnas Anak ke Mapolres Sukabumi, Selasa (1/10), dalam rangka menemui pelaku kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap anak.
Aksi tak terpuji yang sempat terjadi di Lembursitu Sukabumi tersebut menarik perhatian Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait dan tim untuk melakukan wawancara khusus secara langsung dengan tersangka.
"Setelah saya bersama tim dari Komnas Anak berdialog langsung dengan ketiga tersangka, ini adalah kejadian yang luar biasa, tidak pernah saya secara pribadi maupun lembaga kita mendapatkan peristiwa seperti ini, pengakuan dari ibu itu, bahwa yang menjadi faktor terjadinya hubungan seksual dengan anaknya sendiri adalah karna hubungan dengan suami yang tidak intens," jelas Arist.
Setelah melakukan hubungan dengan sang ibu, kedua anak laki-lakinya (RG dan R) kemudian mempraktikan tindakan serupa kepada adik angkatnya (N), bocah berusia 5 tahun yang dijadikan pelampiasan seksual oleh kedua pelaku yang juga masih di bawah umur.
"Apa yang terjadi antara ibu-anak itu menjadi motivasi terhadap korban karena satu-satunya anak perempuan yang diadopsi, berdasarkan pengakuan mereka setelah berhubungan dengan ibunya, mereka lalu mempraktikan kepada adik angkatnya," tambahnya.
Saat peristiwa pembunuhan, Y yang melihat kedua anak kandungnya memperkosa adik angkatnya malah melakukan inses dengan salah satu anak kandungnya. Salah satu mencekik korban hingga pingsan. Y dengan tega mencekik anak angkatnya itu usai berhubungan.
"Setelah korban kehilangan nyawanya, korban dibopong jam 10 pagi oleh ketiga pelaku untuk dibuang ke sungai Cimandiri, saat itu suasana di kampung sepi, tidak ada yang lihat," jelas Arist.
Dalam kesempatan yang sama, Komnas Anak mengapresiasi kinerja Polres Sukabumi Kota yang telah memberikan kesempatan kepada Komnas Perlindungan Anak untuk berkunjung dan menemui tersangka.
"Terimakasih kepada Polres Sukabumi Kota yang telah memberikan kesempatan bagi Komnas Anak untuk bertemu tersangka pelaku tindak pidana kejahatan seksual yang diikuti pembunuhan, peristiwa ini kami sebut extra ordinary crime karena selain mengilangkan nyawa, ada pemerkosaan juga, perilaku salah dalam keluarga, hancurnya sebuah keluarga, dan ini harus dipublikasikan untuk membangun kesadaran publik," katanya.
Arist menekankan, pihaknya bersepakat dengan Polres Sukabumi Kota untuk mengangkat kasus luar biasa ini sebagai momentum gerakan nasional anti kekerasan terhadap anak dan perlindungan anak Khususnya di Sukabumi, Jawa Barat, dan Indonesia.

Post a Comment for "Ketua Komnas PA Datangi Pelaku Inses dan Pembunuhan Nadia di Sukabumi"