Bocah 12 Tahun Diperkosa 13 Sopir Angkot,Ibu korban Hancur masa depan anak saya!
Ti (12), korban pemerkosaan 13 orang diduga sopir angkot di Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami trauma berat. Pascapemerkosaan, keceriaannya hilang, dan menjadi sosok penakut saat melihat orang lain, bahkan ibunya sendiri.
Nining, ibu korban, tidak bisa menyembunyikan kesedihannya atas peristiwa yang dialami anaknya itu. Peristiwa itu, menjadikan masa depan anaknya hancur. Dia hanya bisa berulang kali menyuarakan permintaan tolong, kepolisian segera menangkap pelakunya, tanpa pandang bulu.
"Tolong Pak, tangkap segera pelakunya itu. Saya benar-benar minta tolong, segera ditangkap," kata Nining, saat berbincang di rumahnya, Jalan Cipto Mangukunsumo, Samarinda Seberang, Samarinda, Rabu
Nining bercerita, anaknya yang kini dalam penanganan pemulihan psikis dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kota Samarinda, mengalami trauma berat. Dia kerap kali ketakutan, jika bertemu orang lain, terlebih lagi yang baru dia kenal.
"Sekarang bertemu saya saja dia sudah tidak mau, Pak. Dia seperti orang menggigil ketakutan," ujar Nining.
Peristiwa tragis itu benar-benar memukul kejiwaan korban, yang duduk di bangku kelas 1 SMP di Samarinda. Saat ini juga, lanjut Nining, anaknya tidak mau lagi bersekolah.
"Hancur masa depan anak saya, dia benar-benar seperti ketakutan ketemu orang lain. Dia tidak mau bersekolah lagi. Hancur masa depan anak saya, Pak," sebut Nining, yang tak kuasa menahan air matanya.
Selama dalam penanganan KPAI, Nining berharap kelak psikologis anaknya bisa pulih, tidak lagi ketakutan bertemu dia, yang melahirkan dan membesarkannya selama 12 tahun ini.
"Tolong ya Pak, Pak polisi bisa segera menangkap pelakunya," sebut Nining lagi.
Ayah korban, Aji Rusliansyah memastikan, dari penelusuran dia bersama keluarganya, para pemerkosa yang berjumlah 13 orang itu, hampir semuanya bekerja sebagai sopir angkot.
"Ya, hampir semuanya sopir angkot. Jadi mereka ini, diantaranya sering kumpul-kumpul di lokasi mangkal untuk mabuk-mabukan, dan narkoba. Tolong, ini harus segera diungkap kepolisian
Saat ini korban dan ibunya tengah menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.
Selama menjalani pemeriksaan, korban dibawah pendampingan Dinas Pemberdayaan Perempuam dan Anak, Kota Samarinda, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Samarinda.
Sementara itu, ibu korban Tn (28) yang selalu setia bersama korban saat menjalani pemeriksaan menjelaskan, selain diperkosa, anaknya juga dipaksa untuk isap narkoba jenis sabu.
"Dia ngaku kalau disuruh gunakan sabu juga, saya tidak kuat dengar ceritanya," ucapnya pasrah.
Dia pun berharap, seluruh pelaku dapat segera diamankan dan dihukum seberat-beratnya.
"Kalau bisa dihukum berat, dikebiri saja, supaya tidak ada lagi korban lainya, karena pelaku ini tidak sendirian, tapi 8-13 orang," ucapnya.

Post a Comment for "Bocah 12 Tahun Diperkosa 13 Sopir Angkot,Ibu korban Hancur masa depan anak saya!"